Alasan Makanan yang Dipanggang Pakai Arang Terasa Lebih Nikmat

Alasan Makanan yang Dipanggang Pakai Arang Terasa Lebih Nikmat

Metode makanan dengan arang sampai kala ini tetap ditunaikan oleh banyak orang. Meski sudah banyak pemanggang dari kompor gas atau listrik yang dijual di pasaran, namun senantiasa saja, cara matang tradisional ini senantiasa tak tergantikan.

Arang diklaim dapat menciptakan cita rasa yang lebih kaya dan aroma yang lebih smokey. Sensasi itu yang tak dapat dihasilkan dari pemanggang elektrik atau gas.

Nah, ternyata, cita rasa khas berikut bukan berasal dari arangnya, namun kuncinya ada pada temperatur arang yang lebih panas. Secara umum, pemanggang berbahan basic arang dapat membuahkan suhu yang lebih tinggi ketimbang pemanggang yang mengfungsikan gas arang tempurung kelapa .

Setidaknya, alat pemanggang kudu raih suhu 315 celsius untuk mendapatkan cita rasa daging yang nikmat. Suhu panas dapat menyebabkan cairan lemak dan minyak dari daging yang dipanggang menetes dan membasahi arang.
Tetesan lemak berikut dapat menciptakan molekul kompleks baru yang naik ulang dengan asap dan hawa hangat, melapisi makanan yang tengah kita panggang. Semakin banyak cairan lemak yang menetes, dapat semakin meningkat pula cita rasanya best briquettes for smoking .

Gavin Sacks, associate professor pengetahuan pangan di Cornell University menjelaskan, perbedaan cita rasa makanan terhitung dapat terasa kecuali kita memanggang dengan arang kayu. Jenis arang kayu memiliki kandungan komponen bernama guaiacol yang memproses aroma khas kala terpapar panas.
Panas api dapat memecah lenin –getah penyatu seluruh sel pada kayu– dan menyebabkan guaiacol ini bereaksi.
“(Guaiacol) memiliki aroma yang smokey, spicy, dan sama layaknya daging bacon. Faktanya, cita rasa makanan yang dipanggang sering disamakan dengan bacon, nah itu memang adalah lignin yang rusak,” paparnya layaknya dikutip dari The Kitchn.

Arang terhitung berperan sebagai salah satu agen penambah rasa yang dapat menaikkan rasa asli dari makanan. Yang pasti, metode memasak ini dapat mengingatkan kita dengan cara matang primitif yang sudah ditunaikan sepanjang ribuan tahun; memasak di atas kayu yang terbakar.

Bagaimana denganmu, tetap sering memanggang mengfungsikan arang atau sudah beralih ke cara yang lebih modern?

Leave a Comment